Hygiene dan Sanitasi


Pengertian Hygiene dan Sanitasi


Pada hakekatnya "Hygiene" dan "sanitasi" mempunyai pengertian dan tujuan yang hampir sama, yaitu mencapai kesehatan yang prima.

Hygiene adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah kesehatan, serta beragai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan. Hygiene juga mencakup upaya perawatan kesehatan diri, termasuk ketepatan sikap tubuh. Upaya hygiene mencakup perlunya perlindungan bagi pekerja yang terlibat dalam pengolahan makanan agar terhindar dari sakit, baik sakit yang terjadi pada umumnya,

Sanitasi lebih banyak memperhatikan masalah kebersihan ( tidak ada kotoran ) untuk mencapai kesehatan. Sanitasi makanan lebih ditekankan pada pengawasan terhadap pembuatan dan penyediaan bahan makanan agar tidak membahayakan kesehatan.

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : “Food include all substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform, wich are part of human diet.” Batasan makanan tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa makanan tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :

1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki

2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.

3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari pengaruh enzym, aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan kerusakan-kerusakan karena tekanan, pemasakan dan pengeringan.

4. Bebas dari mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit yang dihantarkan oleh makanan (food borne illness).

Higiene dan Sanitasi

Pengertian higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan, cuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Sanitasi makanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli. mengurangi kerusakan / pemborosan makanan. Dalam pengelolaan makanan ada 6 prinsip yang harus di perhatikan yaitu:

Keadaan bahan makanan

Semua jeis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin, terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti daging, ikan, susu, telor, makanan dalam kaleng, buah, dsb. Baham makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui, karena jaringan perjalanan makanan yang begirtu panjangdan melalui jarngan perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baika dalah menghindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggung jawabkan secara kualitasnya.

Cara penyimpanan bahan makanan

Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan makanan yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan makanan RS perlu penyimpanan yang baik, mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene sanitasi makanan adalah sebagai berikut:

– Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat

– Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu yang dingin. (lebih lengkap, klik disini)

Bahan makanan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu :

1. Bahan tahan lama (Groceries), seperti :

a. beras

b. gula

c. bumbu kering

d. minyak goreng

e. makanan dalam kaleng atau botol, dll

2. Barang mudah rusak (perishables)

a. sayuran dan buah segar

b. telor

c. susu segar

d. daging dan unggas

e. ikan dan hasil laut, dll

Penyebab Kerusakan bahan makanan

1. Enzym

2. Bakteri

3. jamur

4. parasit

5. Bahan Kimia

Proses pengolahan

Pada proses / cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Yaitu:

1. Tempat pengolahan makanan

Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah, tempat pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.

2. Tenaga pengolah makanan / Penjamah Makanan

Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan sampai penyajian. Dalam proses pengolahan makanan, peran dari penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan penyakit. Banyak infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella dapat ditularkan melalui kulit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu dalam keadan sehat dan terampil.

3. Cara pengolahan makanan

Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good manufacturing practice).

Cara pengangkutan makanan yang telah masak

Pengangkutan makan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, debu maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, kuat dan tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur shunya dalam keadaan panas 60 C atau tetap dingi 4 C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyimpanan makanan masak

Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu tempat penyimpanan makanan pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada suhu dingin. Makanan yang mudah membusuk sebaiknya disimpan pada suhu dingin yaitu < 40C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam, disimpan dalam suhu -5 s/d -10C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyajian makanan masak

Saat penyajian makanan yang perlu diperhatikan adalah agar makanan tersebut terhindar dari pencemaran, peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih, petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya.




Read More

Klepon




Klepon

Sumber : Fatmah Bahalwan

 

Bahan bahan
250 tepung ketan
50 gr tepung beras
200 ml air daun suji hangat
2 sdt air kapur sirih
100 gr gula merah sisir halus

 

Bahan taburan
1/2 butir kelapa parut memanjang
1/2 sdt garam







Air untuk merebus secukupnya

Campur kelapa parut dengan garam lalu kukus selama 15 menit



Cara membuat
Campur tepung ketan dan tepung beras bersama air daun suji hangat.
Uleni sampai kalis dan bisa di pulung dengan tangan.

Ambil 10 gram adonan, isi dengan gula merah secukupnya. Pulung dengan
tangan sampai mulus permukaan nya.

Rebus air dalam panci secukupnya. Rebus klepon sampai mengapung.
Angkat lalu tiriskan air nya.

Gulingkan pada parutan kelapa.

Siap di sajikan.


Read More

Brownies Kukus

Saya suka penasaran sama hasil brownies kukus yang saya buat ,banyak cerita dari temen2 brownies kukusnya Ny.Liem enak, saya coba buat, eehh, cocok! Nyoklat dan moist! Kemarin buat, kebetulan ada yang minta resepnya, saya kasih and sekalian aja masukin ke blog, udah lama ngga ngeblog, sejak pertama belajar. Oke, saya recomended deh untuk yang mau coba. Saya buat ngga dihias apa2, karena para" tester"di rumah emang sukanya yang polos aja, lagipula di rumah emang ngga ada bahan untuk menghiasnya ^-^
Ini resepnya ya......
 















Bronies Kukus

Sumber : Ny. Liem

Bahan I :

6 butir telur

225 gr gula pasir

1/2 sdt vanili bubuk

1/2 sdt garam

1 sdt teh emulsifier 

Bahan II : 

125 gr terigu protein sedang

50 gr cokelat bubuk

1/2 sdt baking powder

Bahan III :

175 ml minyak goreng

100 gr dark cooking cokelat, lelehkan, campur dgn minyak

Bahan IV :

75 ml susu kental manis 

Cara membuat : 

1.     Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan kental.

2.    Masukkan bahan II sedikit demi sedikit sambil diayak hingga rata. Tuang bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata. Ambil 100 gr adonan, campur dengan bahan IV, sisihkan.

3.    Tuangkan 1/2 bagian sisa adonan tadi ke dalam loyang ukuran 20x20x 7cm yang telah diolesi dengan sedikit minyak dan dialasi dengan kertas roti. Kukus selama 10 menit dalam dandang yang sudah terlebih dulu dipanaskan dengan api sedang.

4.    Tuang adonan yg telah dicampur dengan bahan IV, kukus 5 menit dan  terakhir masukkan sisa adonan. Kukus kembali selama 30 menit hingga matang.

5.    Angkat dan dinginkan.

 




Read More

BUAH FANTASI




 Buah fantasy ini dibuat dari kacang hijau, dibuatnya memang imut2, pake tangan aja lho, terkenal di Thailand dengan nama Ka Nom Look Chub.
Read More

BOLU KUKUS FANCY

Bolukukus fancy adalah bolu kukus yang dilukis dengan berbagai karakter. membuatnya mudah dan asyik juga, perlu kreatifitas.

Read More